Ads Top

Gelaran Terkam Fest Menyulut Antusiasme Kelokalan

Respon massa pada kegiatan Terkam Fest yang digelar di Citraland Palu pada 27 September 2015 lalu, ternyata menuai pro dan kontra dari berbagai komunitas masyarakat. Pasalnya, pelaksanaan acara yang bertepatan dengan momentum peringatan hari jadi Kota Palu itu, tidak mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat karena dituding melencengkan kegiatan daerah.

Padahal pada gelarannya, Terkam Fest telah mengapresiasi gerakan kreatif dan menyulut antusiasme kelokalan di antara komunitas satu sama lainnya yang tidak mendapatkan ruang untuk berkreativitas di Kota Palu.

Terkam Fest pun mempertemukan komunitas dan karya lokal untuk membentuk budaya apresiasi yang sekaligus memeriahkan perayaan hari jadi Kota Palu. Dinamika pergerakan anak muda di Palu sangat keberagaman dalam berbagai komunitas yang berkreativitas untuk menampilkan masing-masing identitasnya.

Pergerakan komunitas di Palu terbilang masih sebatas ruang lingkup yang terkotak-kotakan, maka adanya Terkam Fest ini sebagai salah satu upaya untuk membentuk ajang apresiasi melalui beberapa konten acara, seperti, meet n greet community, panel discussion, workshop, art exhibition, music concert, serta firework party yang diakhiri dengan pendokumentasian ucapan selamat ulang tahun Kota Palu bersama seluruh pengunjung yang hadir.

Mengundang sejumlah komunitas anak muda maupun personal, acara ini berhasil mewadahi keragaman gagasan yang berdedikasi dan mengedukasi.


Acara yang dimulai pada jam 4 sore ini, dihadiri oleh komunitas Skateboarder, BMX Rider, Artworker, Penggiat Musik, dan Handcrafter. Di samping itu, adapun peserta undangan murid SMA se-Kota Palu, yang juga mengikuti diskusi mengenai media massa dan budaya pop.

Rahmat Saleh sebagai salah satu pemateri di kegiatan tersebut, menilai gelaran perdana Terkam Fest dapat menjadi pemantik semangat, tak hanya dari anak mudanya yang terus produktif namun juga Kota Palu yang lebih baik lagi.

"Perlu banyak lagi orang seperti yang di lakukan teman-teman Terkam, jadi biar Palu ini lebih semangat. Acara seperti ini dapat memancing kreatifitas, semangat dan memberi motivasi kepada anak muda Kota Palu", tuturnya.

Kemudian Rahmat Saleh juga melanjutkan di pertambahan umur Kota Palu yang ke 37, banyak hal yang perlu diharapkan kedepannya salah satunya peran anak muda.

"Bagi saya mari selalu kita maknai setiap kejadian itu dengan langkah-langkah yang lebih maju, kita semakin tua seharusnya bisa menjawab berbagai permasalahan, persoalan Palu ke depan, jadi sudah saatnya kota ini memperhatikan semangat-semangat anak muda, karena merekalah yang nanti membuat Palu ini lebih baik". ungkapnya.

Layaknya seperti manusia yang membutuhkan sandang, pangan dan papan, Kegiatan ini pun diharapkan bukan hanya sekedar mengisi waktu luang semata, namun juga dapat menjadi kebutuhan yang mengisi nutrisi Kota Palu.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © blog.berandaagung. Designed by OddThemes