Ads Top

Sabtu Malam Bersama "Inline Skate", Bayar 10 Ribu Dengan Durasi Waktu 30 Menit


Pada sabtu malam (25/10), kala itu tampak garing suasananya, dan tidak begitu asri rasanya. Bagaimana tidak, bayangkan saja jika kau keluar rumah tanpa rencana dan tujuan mau kemana. Kemudian berada di suatu tempat yang ramai tapi hening. Bukan Sepi. Ah! Mungkin itu memang biasa terjadi. Lalui.

Sekitar 60 menit mengambang dikegaringan dan ketidakasrian keadaan. Sehingga, saya pun terhenti sejenak di salah satu warkop yang berada di samping P2 (Planet Palu), bekas bioskop, dulu bernama Palu Studio. Saat itu bertemu bersama ketiga teman, kami hanya bisa mengopi sambil memainkan domino/gaplek hingga larut malam yang tidak disadari. Seketika pula 60 menit lagi waktu tidak berasa sudah berlalu.

Sementara itu, waktu menunjukan hampir jam 11 malam. Entah itu ide atau gagasan, serasa ada yang tiba-tiba muncul mengajak kami untuk bergegas menuju taman Anjungan, pantai Talise. Yang niatnya, kami berempat akan berkaraoke ria bersama para wanita jalang di sekitar "lokasi hitam". [hahaha]. Hiraukan.

Tidak lebih dari 15 menit, kami hanya sempat bersenda gurau di "lokasi hitam". Malam pun tersisa di taman Anjungan, yang dimana bersinggah untuk menyempatkan diri di tempat penyewaan sepatu roda Inline Skate. Beranggapan hal itu, bisa menjadi hiburan penutup.

Saya, Agung. Bukan mas !!!
Berkenalan dengan sang pemilik layanan sewa sepatu roda, Dwi, senang dipanggil mas Dwi, ia memiliki 20 pasang sepatu yang biasa dipajangnya sebagai sewaan dengan tarif Rp.10.000,-/30 menit. Sepatu roda Inline Skate yang digunakan hanyalah yang berkelas standar, sebagaimana yang diungkapkan oleh Mas Dwi, bahwa sepatu roda yang standar sudah cukup untuk digunakan oleh orang-orang sebagai sewaan hiburan sekaligus latihan dasar untuk penggunakan sepatu roda.

Berbeda dengan sepatu roda para profesional, yang seharga hingga 1-2 jutaan. Namun sepatu roda standar yang disewakan itu, juga bisa didapatkan di toko-toko olahraga dengan harga termurah sekitar 300ribuan. Jadi, tunggu apalagi yang berminat untuk memilikinya segera belilah.

Selain itu, mas Dwi sudah hampir setahun dan setiap hari nongkrong menyewakan sepatu roda miliknya, yang dimulai dari jam 6 sore sampai 12 malam. Dengan menyediakan 5 pasang sepatu untuk ukuran anak-anak, dan 15 untuk dewasa, sepatu roda milik mas Dwi kerap disewa kurang lebih dari 1-2 jam, bahkan adapula yang menyewanya hingga 3 jam.

Memang banyak diantara orang-orang yang berdatangan ke taman Anjungan, memilih untuk memainkan sepatu roda sambil bersantai ria. Apalagi pada sabtu malam itu. Menjadi salah satu hal baru yang saya rasakan ketika mencoba memaikan septau roda sewaan yang ternyata sama sekali awalannya sangat saya tidak minati. Ya, itulah motofnnya hanya ingin mencoba. Dari mencoba itulah maka adanya tulisan ini. Jadi, tidak ada salahnya karena hanya mencoba.


Sementara itu, ada satu hal yang masih mengenang saat pertama kali saya menggunakan sepatu roda Inline Skate sewaan itu. Baunya! Ya, aroma yang melekat dalam sepatu roda tersebut, sangatlah kuat, sekuat hidungmu yang menangkap bau oksigen. bau oksigen? Ya, di sekitarnya seketika bau. Begitulah, lebih dari setiap 30 menit ada sepasang kaki yang bertukaran untuk menyenangi anggota tubuh lainnya dengan menggunakan sepatu roda sewaan itu. Sayang sekali masalah tersebut tidak diperhatikan oleh mas Dwi. Jadi, semoga mas Dwi menyempatkan dirinya membaca dan membaca apa saja. Hohohooo!!!

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © blog.berandaagung. Designed by OddThemes