Ads Top

Today's Highlights

Notes

International

Latest Updates

Iwasta Persiapkan Acara Pengukuhan Pengurus Baru

09:31
Ikatan Wanita Sulawesi Tengah (Iwasta) melakukan rapat persiapan acara pengukuhan pengurus baru serta pelantikan ketua umum terpilih, yaitu Hj. Nurmawati Dewi Bantilan, S.E yang juga saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sulawesi Tengah (Sulteng). Berlangsung di kantor DPD RI, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta. Selasa (19/92017).

Rapat Iwasta ini dihadiri masing-masing paguyuban daerah kota/kabupaten Se-Sulteng, dengan melakukan pembentukan panitia serta pembahasan konsep acara yang rencananya akan diselenggarakan pada awal November 2017 mendatang, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Nurmawati menyampaikan bahwa organisasi ini sebelumnya sempat vakum tanpa kepengurusan dan kegiatan, kemudian tahun ini baru kembali memperbaiki database mengenai arsip, administrasi, maupun keberadaan warga Sulteng di Jakarta.

“Dibentuknya Iwasta di Jakarta ini agar menjadi wadah untuk berkumpul dan bersilaturhminya warga Sulteng khususnya kaum wanita”, ungkap Nurmawati.

Selain pengukuhan pengurus baru, acara yang akan digelar nantinya juga dikaitkan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) Iwasta ke-29 serta berbagai rangkaian acara dengan konsep kelokalan daerah Provinsi Sulawesi Tengah, seperti bidang kesenian, kuliner tradisional dan sebagainya. Kegiatan ini pun akan turut mengundang pejabat Pemerintah Daerah, Pelajar maupun masyarakat Sulawesi Tengah di Jakarta.

Sementara itu ada kegiatan seminar yang ditujukan sebagai edukasi khusus kepada kaum Lansia. Hal itu dikaitkan sebagaimana program pemerintah dalam memberdayakan kaum Lansia yang bukanlah momok tetapi bagaimana menjadikannya sebagai hal yang dapat dijalani dengan berbahagia serta tetap produktif di usia tuanya.

Kesejahteraan dan Mutu Perawat Perlu Segera Ditangani

09:29

Menanggapi pembahasan mengenai tenaga kerja perawat, anggota DPD-MPR RI perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Delis Julkarson Hehi yang ditemui usai rapat di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI menyampaikan persoalannya saat ini, yaitu pada kesejahteraan dan mutu dari perawat itu sendiri. Selasa (19/9/2017)

Delis menyampaikan pihak DPD RI khususya komite III terus melakukan pengawasan terhadap UU No. 38 tahun 2014 tentang keperawatan. Saat ini persoalan utamanya turunan dari undang-undang tersebut belum ada, termasuk Perpres tentang konsil keperawatan yang sangat penting karena tugasnya menjamin mutu keperawatan, kepastian hukum kepada perawat maupun masyarakat selaku pengguna jasa perawat.

Sementara itu hampir semua daerah di Indonesia mengalami surplus tenaga kerja perawat. Adapun tawaran penyerapan tenaga kerja ditekankan bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga bagaimana perawat dapat bekerja di luar negeri dari beberapa negara yang membutuhkan seperti di Timur-Tengah, Amerika, Eropa dan Australia. Namun hal itu pun disesuaikan dengan kompetensi perawat khususnya pada kemampuan berbahasa Inggris.

“Kami mengajukan program pada kementrian kesehatan dan dikti agar sekolah atau kampus keperawatan dapat dievaluasi kembali mengenai standar pendidikannya sehingga dapat meningkatkan kompetensi”, ujar Delis.

Ia melanjutkan hal lainnya mengenai tenaga honor perawat juga menjadi perhatian, karena banyak fasilitas kesehatan khususnya milik pemerintah, seyogyanya menerapkan undang-undang ketenagakerjaan bahwa berlaku upah minimun, namun ternyata kenyataannya perawat digaji jauh dibawah upah minimun. Padahal mereka dimasukan dalam program kerja piket jaga, itu artinya dianggap organik dalam satuan tersebut. Jadi sudah seharusnya tenaga kerja perawat digaji sesuai upah minimum.

“Masalah mempekerjakan tenaga kerja tanpa memberikan gaji ini harus menjadi perhatian pemerintah, artinya kalau memang membutuhkan perawat, seharusnya dapat memperlakukannya secara adil dengan memberikan upah yang layak,” ungkapnya.

Selain itu persoalan dalam pengajuan formasi CPNS seharusnya juga pemerintah daerah dapat memprioritaskan skala kebutuhannya. Alokasi kebutuhan kuota PNS ditentukan oleh Pemerintah Pusat serta Daerah setempat yang mengatur masing-masing formasinya.

Delis menjelaskan secara khusus tenaga honorer K2 memang pintu masuknya di-revisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara sehingga perlu menunggu beberapa waktu. Sementara itu dari hasil rapat bersama menteri kesehatan, pihak DPD RI mendorong segera terbentuknya konsil keperawatan sesuai dengan amanat Undang-undang, karena sudah terlambat setahun yang seharusnya diselesaikan sejak 2016 lalu. Selanjutnya harus ada tunjangan profesi bagi perawat maupun honorer, yang diperlakukan sama dengan upah minimun dan penghapusan tenaga sukarela, terakhir yaitu memprioritaskan tenaga perawat lokal sesuai dalam program nusantara sehat.

Keluhan Yang Membosankan

02:17
Sumber Ilustrasi: google.com
Ow shitt, i’m fucking boring. Gerutu itu menjadi kalimat pembuka yang meresahkan rasanya, namun cukup kuat menginterpretasikan situasi dan kondisi saya ketika memulai sebuah karya tulis ini. Yak, ini memang sebuah kegelisahan sekaligus resah berkecamuk yang bercampur dengan ketidakpuasan pada produktivitas aktifitas berkarya yang kian menoton dan cenderung merosot, mungkin penggunaan kata-kata itu berkesan lebay, namun memang disengaja agar memiliki imajinasi tersendiri dalam meresponnya hehehehe

Apa yang terjadi pada dirimu? Yak, kalau ditanya seperti itu mungkin jawabannya adalah kebosanan. Peristiwa kebosanan itu dipicu oleh berbagai alasan, seperti aktifitas yang terus berulang dilakukan tanpa tau setelahnya harus berbuat apa lagi. Hmmm sebut saja itu semacam deadlock. Pengartian bosan disini bukan karena menunggu suatu hal atau mengharapkan sesuatu yang berujung dengan kepalsuan akibat terlalu nafsu berharap, bukan.. bukan seperti itu. Bosan disini dalam ruang lingkup produktivitas kehidupan manusia atau menumbuh kembangkan diri yang meliputi berbagai hal, bisa dari segi literasi, bermanusia, ataupun berskeptis ria yang sifatnya aplikatif. Keadaan stagnansi pun disematkan, dimana beberapa kali berpikir soal keinginan, namun realitasnya keinginan itu tak jalan beriringan dengan kenyataan arrrggghhhhhh : ( 

Jikalau direpresentasikan konotasi bosannya seperti ketika menonton film seru, heboh, keren dan mencengangkan yang pokoknya fucking awesome ditonton dan membuat penontonnya tak beranjak dari depan layar televisi atau monitor, namun jika ditonton secara terus menerus film tersebut pada akhirnya akan menjadi bosan juga ditonton. Ataupula ketika mendengarkan lagu kesukaan pada sekantung album Mp3 dari salah satu band, namun jika didengarkan secara terus menerus ada waktunya akan bosan juga dan mengganti playlist Mp3 yang baru. Huffftttt yahhhh : (

Sehingga rasanya perlu ada semacam strategi jitu untuk memantik dan mengintimidasi mindset, agar proses penguluaran benda yang bersarang di otak ini berjalan secara aplikatif, lantas saya teringat kembali ketika terlibat suatu perbincangan santai bersama kerabat sejawat pada sebuah kongkow singkat malam itu, dimana saya menjadi seorang pendengar diantara perkumpulan manusia-manusia itu. Seorang kerabat yang rasanya seakan berkeluh kesah pada dirinya sendiri, menanyakan sebuah masalah tentang perubahan/motivasi diri dalam perspektif pembenahan diri pada kerabatnya juga, yang diyakini dapat menuai solusi, waw serius yah hehehe. Hmmmm mendengar topik kala itu, jika saya sangkut pautkan dengan masalah saya di atas, mungkin bisa dijustifikasikan itu sama saja seperti mengusir kebosanan hehehe. Dan setelah proses bertanya telah usai diutarakan, tentang bagaimana menyikapi pembenahan diri itu, lantas si penjawab pun menjawab dengan berupa saran. 

Sumber Ilustrasi: google.com
Namun dari sekian saran dari penjawab utarakan, saya paling ingat ketika momen si penjawab berkomunikasi menggunakan bahasa verbal dan non verbal, yakni sambil berbicara dia menggunakan alat peraga, dengan mengambil sebuah gelas yang berisi air teh bercampur abu rokok di dalamnya, yang sengaja dipilih yang sifat airnya keruh. Lalu dia meminta air mineral yang kemudian air mineral itupun dituang kedalam gelas berisi air keruh itu, terus dituang hingga air keruh itu meluap keluar dan tergantikan dengan air bening di dalamnya. Nah, dari penganalogian singkat itu saya bisa meyakini maksud saran yang ia maksud. Bahwa dalam proses pembenahan diri itu pertama pasti berproses, yang ke dua membersihkan tanpa noda di mulai dari dalam terlebih dahulu, hmmm maksudnya bagaimana mendaur ulang kesalahan yang ada tanpa perlu membuat langkah yang baru, seperti memperbarui gelas yang baru hehehe. Dan yang ketiga bagaimana membentuk tujuan atau goal. Seperti yang kita ketahui bahwa gelas itu fungsinya sebagai wadah air untuk kita minum, jika air dalam gelas kotor maka air tidak dapat diminum, begitu mungkin menurutku sichhhh hahahaha.

Nah, bagaimana jika diaplikasikan dengan bosan yang saya sebutkan diatas, hmmmm kalau itu saya berpendapat bahwa yang perlu dibenahi dari peristiwa bosan itu, demi terciptanya kegiatan yang progresif adalah pertama hargailah proses, dalam artian membuat hal kecil atau simpel (jeli) demi menumbuhkan ke skala yang besar, seperti kisah Om Issac Newton yang menemukan hukum gravitasi dari kegiatan nongkrong di bawah pohon apel yang kemudian apel menjatuhi kepalanya, dari kejadian itu Om Issac Newton pun bertanya-tanya kenapa apel jatuh dari atas ke bawah dan kemudian terciptalah hukum gravitasi yang bermula dari peristiwa tersebut. Yang kedua meng-upgrade kekuatan skill dan kebutuhan waktu. Salah satu penyebab masalah berproduktif adalah akibat dilematika keahlian minim dan waktu yang terus berpacu dalam melodi hehehe. Yah, maka perlulah di upgrade dengan membuat sebuah challenge tersendiri. Begitu mungkin yachhh hehehe. Dan yang ketiga buatlah tujuan yang sifatnya permanen yang tidak bisa diganggu gugat, bahkan jika dunia ini menuntut hahahaha, tidak hanya melibatkan diri sendiri namun juga kehidupan sekitar. Hmmm kalo bisa demi bangsa dan negara juga boleh hehehe.

Oke saya rasa cukup untuk membangkitkan kembali gejolak kawula muda dan berharap sebagai refleksi dari dilematika psikologis pada kegiatan yang sifatnya aplikatif. Tinggal bagaimana memproyeksikannya ke kehidupan nyata. Dan saatnya beraksi hehehehe. Semoga karya tulis ini ada faedahnya dan berhikmah hahahaha. Eh, tapi bagaimana dengan bosan dengan hiruk pikuk kehidupan percintaan antara pria dan wanita, hmmmm kalau itu bagaimana yah... : )


Wee & Co. Cafe Tongkrongan Berburu Foto

18:46
Sumber foto: https://www.google.com
Dari sejumlah tempat tongkrongan yang ada di Kota Palu, tentunya terdapat daya tarik dan keunikannya masing-masing. Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba untuk mengulas Wee & Co. Cafe sebagai salah satu spot tongkrongan buat kalian yang suka banget berburu foto sambil nongkrong cakep. Tempatnya terletak di tepi persimpangan Jalan S. Parman - Setia Budi.

Suasana di Wee & Co. Cafe terasa elegan, romantis dan lumayan maskulin. Saat masih di pintu masuk, kesan Innercourt dari tempat ini sudah sangat terlihat. Lay-out ruangan menampilkan warna abu–abu gelap dengan dinding-dinding tanpa cat, ditambah lagi dengan adanya hiasan tanaman ala tumblr, ternyata cukup membuat siapapun yang berkunjung ingin berlama–lama merasakan sensasi dan memaknai maksud tongkrongan ini. Mikir juga ya. Nongkrong ajalah.

Kamera yang kalian miliki pokoknya tidak akan berhenti beraksi di tempat satu ini, sebab terdapat beberapa ruang atau spot menarik, seperti di balkon dengan focal-point rak tanaman yang terbuat dari kayu, juga didukung dengan lampu berwarna jingga yang akan menyala di malam hari, pastinya make-up dan OOTD yang sudah digunakan tidak akan dibiarkan nganggur tanpa mengabadikan dokumentasi dalam berfoto maupun video.

Tempat ini juga sangat direkomendasikan untuk kalian yang mau datang bersama pasangan. Buat yang jomblo jangan minder dulu, kalian juga sangat diperbolehkan datang dengan teman ataupun keluarga kalian. Tapi ingat ya sebelum jam 7 malam, menu makanan yang tersedia itu hanya cemilan atau makanan ringan. Terlepas jam itu, barulah kalian bisa memesan makanan seberat apapun.

Kalau mau tahu lebih banyak boleh deh datang langsung ke Wee & Co. Cafe. Jangan lupa mendokumentasikannya, dan bagi cerita kalian atau komentar juga boleh di kolom ini. Hehhehe..
 
Copyright © blog.berandaagung. Designed by OddThemes