Ads Top

Today's Highlights

Notes

International

Latest Updates

Sektor PHR Dominasi Pembiayaan BNI Syariah Palu Periode Semester I 2017

11:12
Laporan program pembiayaan BNI Syariah Cabang Palu di periode semester I tahun 2017 mengalami pertumbuhan dalam hal komersil maupun konsumer, adapun faktor pendukungnya yang didominasi oleh kegiatan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR).

“Sektor yang mendominasi pertumbuhan pembiayaan, yaitu Perdagangan, Hotel dan Restoran. Selain itu, proyeksi laba sampai saat ini juga masih positif seperti tahun sebelumnya. Namun belum mencapai target yang ditentukan”, ungkap Wahyu Hidayat selaku Sales Head PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Palu. Senin (21/8/2017).

Wahyu menyampaikan dana pembiayaan untuk posisi hingga Agustus 2017 ini mencapai sekitar Rp. 225 Miliar, sedangkan laba sekitar Rp. 5 Miliar. Pertumbuhan pembiayaan pun terjadi secara nasional.

Mengutip pemberitaan dari Tempo, Rabu (26/7/2017). Sebagaimana dari keterangan pelaksana tugas Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih Rp 165 miliar hingga semester I 2017. Laba ini mengalami pertumbuhan 13 persen dibandingkan dengan periode Juni 2016 yang tercatat Rp 146 miliar.

Pertumbuhan aset secara year-on-year (yoy) naik 19,7 persen dari Rp 25,7 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp 30,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong pertumbuhan pada pembiayaan 18,8 persen dan dana pihak ketiga (DPK) 22,1 persen terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Selain itu pembiayaan pada Juni 2016 sebesar Rp 18,9 triliun atau tumbuh menjadi Rp 22,5 triliun pada Juni 2017. Di sisi lain, DPK pada Juni 2016 sebesar Rp2 1,8 triliun meningkat menjadi Rp 26,7 triliun dengan rasio dana murah (CASA) 47,6 persen dibanding 47,1 persen pada 2016.

Dari total pembiayaan tersebut, kata Firman, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer 51,9 persen, pembiayaan retail produktif (UMKM) 21,7 persen, pembiayaan komersial 19,3 persen, pembiayaan mikro 5,6 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,5 persen. Dari pembiayaan konsumer, portofolio BNI Griya iB Hasanah 84,9 persen.

Sementara itu BNI Syariah Kantor Cabang Palu memberikan keterangan bahwa pada tahun 2017 ini pembiayaan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp.250 Miliar dan proyeksi laba sekitar Rp.10 Miliar. Adapun upaya yang dilakukan untuk mendukung proyeksi laba tersebut, salah satunya yaitu menjaga kualitas pembiayaan dengan kondisi yang tetap lancar, ujar Wahyu.

BRI Syariah Palu Proyeksikan Laba 6 Miliyar Di Tahun 2017

07:35
Kinerja program BRI Syariah cabang Palu tercatat positif dalam periode semester I tahun 2017, hal itu dilihat dari meningkatnya program kredit atau pembiayaan yang menjadi salah satu faktor pendukung dalam memproyeksikan laba perusahaan.

Pencapaian program pembiayaan periode semester I tahun 2017 mengalami peningkatan dari 130 menjadi 153 miliyar, dengan proyeksi laba tahun ini kurang lebih 6 miliyar di tahun 2017, ungkap M. Zahirul Haq selaku Manager BRI Syariah Cabang Palu. Rabu (15/8/2017).

Ia menjelaskan di tahun 2017 ini ditargetkan dana pembiayaan akan mencapai sekitar 40-50 miliyar. Adapun sektor pembiayaan yang mendominasi berfokus pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pembiayaan karyawan, dan pembiayaan mikro.

Mengutip pemberitaan dari Kontan, disampaikan bahwa PT BRISyariah secara keseluruhan dalam laporannya hingga akhir semester I tahun 2017, aset BRI Syariah meningkat 19,87% menjadi Rp. 29,91 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh realisasi pembiayaan semester I tahun 2017 yang mencapai Rp.18,52 trilun. Namun jika dibandingkan dengan pencapaian periode tahun sebelumnya, pembiayaan BRI Syariah baru tumbuh tipis, yakni 3,7% secara year on year.

Dalam kinerja di semester II 2017, BRI Syariah menargetkan aset menembus angka Rp. 30,1 triliun atau tumbuh 8,7% year on year. Pembiayaan dipatok tumbuh 22% menjadi Rp 22,03 triliun sementara DPK 9,09% menjadi Rp. 24 triliun. Segmen bisnis yang akan difokuskan hingga akhir tahun 2017 adalah retail-konsumer, retail –mikro dan komersial.

Sementara itu Zahirul secara optimis menyampaikan realisasi proyeksi laba BRI Syariah cabang Palu dapat dilihat dari adanya faktor pendukung, seperti brand-image BRI Syariah, Sumber Daya Manusia, serta potensi pasar di daerah Palu, khususnya pada segmen konsumsi seperti KPR-Karyawan dan mikro.

Kribi Americano Tampil Beda Sebagai Keripik Ubi

21:04

Turunnya harga bahan pangan di pasaran ternyata juga dapat menjadi sebuah peluang usaha bagi masyarakat yang memiliki keterampilan dalam pengolahan produk kuliner. Hal itupun di lakukan Dila Savila yang kemudian menghasilkan produk Kribi Americano sebagai hasil olahan ubi yang dikemas dalam bentuk keripik aneka varian rasa.

Dila Savila yang menginisiasi Kribi Americano tersebut menjelaskan memilih bahan ubi untuk dijadikan keripik memang jarang diminati, yang kebanyakan bahan singkong dan pisang. Tetapi ada keunikan sendiri dari segi rasa dan pasarannya yang dapat diolah dengan sedikit berbeda dari yang lainnya.

“Awalnya iseng membuat keripik ubi yang dibeli di pasar dengan harga murah. Pembuatannya dicampur dengan beragam varian rasa, yang ternyata disukai dan diminati teman-teman. Jadi terpikir juga saat itu, kenapa tidak mencoba buat usaha keripik ubi”, ungkap Dila Savila. Minggu, (19/8/2017)

Adapun varian rasa dari Kribi Americano, yaitu original, balado, keju pedas, keju jagung, karamel, bawang, dan coklat. Harga jualnya Rp. 25ribu per bungkus dalam kemasan 200 gram, selain itu proses penjualan yang dilakukan masih dalam pemesanan secara online atau didapatkan di gerai-gerai atau warung penitipan Kribi Americano. Adapun penjualan paketan 5 bungkus, seharga Rp. 100ribu dengan berbagai pilihan rasa.

Sementara itu rata-rata produksi Kribi Americano mencapai 150 bungkus yang dapat terjual dalam periode seminggu. Kribi Americano yang tergolong sebagai usaha kecil, menggunaan modal awal sekitar Rp. 1jutaan dengan omzet Rp.2jutaan dalam sebulan.

Dila menyampaikan kendala usaha saat ini pada karyawan karena menyesuaikan sistem kerja, walaupun usaha ini baru berjalan lima bulan, tetapi sudah dapat mempekerjakan orang yang kebanyakan itu ibu rumah tangga.

Sebelumnya Dila adalah seorang mahasiswi asal Palu yang meneruskan aktifitas di Bandung setelah menyelesaikan pendidikannya. Selain sibuk bekerja di salah satu perusahaan swasta yang berada di kota kembang itu, ia pun ingin terlibat dalam kegiatan wirausaha yang kemudian mencoba mengembangkan produknya, Kribi Americano.

Melihat konsumen Kribi Americano yaitu kebanyakan di kalangan orang tua dan anak-anak. Harapannya kedepan bisa digemari oleh semua kalangan, dan peminatnya berkembang jadi bisa dinikmati oleh banyak orang. Yang terpenting usahanya bisa jalan terus, dan selanjunya tuhan yang mengatur. Katanya.

Untuk pemesanan Kribi Americano bisa langsung menghubungi kontak hp. 0813-1353-5655

Meramu Peluang Usaha Hingga Berbisnis Roti

00:40
Berwirausaha atau melibatkan diri dalam kegiatan usaha telah banyak digandrungi oleh anak muda saat ini, seperti berjualan produk dari penyalur, membangun gerai atau warung, bahkan memproduksi produk dengan merek sendiri.

Yuliarti Ardin, sebagai seorang mahasiswa, ternyata juga memiliki banyak pengalaman bergelut dalam kegiatan usaha, hingga saat ini memutuskan untuk berbisnis usaha roti yang diteknuis sudah selama dua tahun terakhir.

Yuliarti Ardin menyampaikan banyak pengalaman dari kegiatan usaha, yang akhirnya ada peluang untuk membangun bisnis roti dalam skala industri rumahan. “Sebelumnya memang sudah sering jalankan usaha, dan banyak belajar mulai dari jualan pulsa, produk kosmetik, sampai membuat kripik pisang dan kue brownis”, ungkapnya. Kamis (10/8/2017)

Ia menceritakan usaha awalnya sekedar ikut menjualkan roti yang diproduksi oleh usaha milik temannya, di samping itu ada kerjasama yang dilakukan melalui bagi hasil keuntungan penjualan. Penjualannya awalnya pun hanya beberapa bungkus roti saja yang dititipkan ke kantin, warnet, kios dan sebagainya.

“Lama-kelamaan ternyata hasil keuntungan dari penjualan roti lumayan baguslah. Melihat peluang itu jadinya mulai mencoba juga untuk memproduksi sendiri, dengan bantuan modal awal yang diberikan dari orang tua”, ujarnya.

Adapun kendala awal yang dialami, yaitu masalah teknis produksi. Namun hal itu tidak menjadi hambatan dengan tetap menjalankan usahanya melalui proses belajar dari tahap ke tahap untuk penyempurnaan produksi.

Yuliarti menjelaskan bahwa memilih usaha roti karena peluang dan potensinya sangat baik di pasaran di Palu, apalagi dapat mencakup ke semua kalangan usia. Berbeda dari usaha sebelumnya, kripik pisang yang memiliki keterbatasan target konsumen, ditambah biaya produksi yang memakan banyak waktu dan tenaga.

Harga jual rotinya pun masih terbilang murah, yaitu Rp. 2.000 / bungkus yang dilengkapi berbagai varian rasa antara lain coklat, coklat kacang, moka pandan, coklat pandan, coklat pisang, keju.

Sementara itu selama dua tahun usaha berjalan ternyata juga mengalami peningkatan modal dan produksi, yang awalnya sejumlah 300an kini dapat mencapai 2.000an roti per hari. Dengan modal awal sekitar 50juta, usahanya kini dapat meraup omzet hingga mencapai sekitar 40juta per bulan.

Selanjutnya mau membuat aneka jenis roti yang lebih bervarian. Hanya masih ada kendala dari tenaga kerja yang belum berkompeten dalam hal produksi. Selain itu juga ada harapannya untuk UKM di Kota Palu ini bisa terus tumbuh untuk mengurangi pengangguran. Tutupnya.
 
Copyright © beranda agung. Designed by OddThemes